JAS
KULIT BUAYA
(
Jangan Sekali-Sekali Kita untuk Melupakan Budaya )
Indonesia.. ya
Indonesia, just only one in the world.,hanya ada satu di dunia.
Indonesia Negara kepulauan yang terdiri dari beribu ribu pulau yang terhampar
dari sabang sampai merauke, dan dari miangas sampai pulau rote. Dengan jumlah
penduduk kurang lebih 241 juta jiwa, yang
menempati setiap daerah di tanah air ini. Hadirin yang berbahagia pernahkah kita
membayangkan, bahwa kita ini sebenarnya
hidup ditengah tengah 1.128 suku bangsa ? diantara begitu banyak logat
dan bahasa, namun disatukan oleh satu bahasa, yaitu bahasa indonesia. Bahkan
yang lebih hebatnya lagi logat-logat tersebut sudah tak asing ditelinga kita
dan hadir dalam kehidupan kita, “sudah makan dulu sana, ada mie ayam kari
special tuh…” kata salah satu iklan yang menggunakan salah satu logat
daerah..dan sampai sekarang pun saya belum tau itu logat dari mana. 300 lebih
kebudayaan yang pernah kita saksikan dan nikmati selama kita hidup di negri
tercinta ini. Begitu cerdasnya bangsa ini, begitu hebatnya para leluhur kita
yang mampu mempersatukan keberagaman yang ada menjadi satu kebersamaan yang
membentuk kesatuan bangsa sampai saat ini. Luar biasa.
Hadirin yang
berbahagia, Budaya yang kita punya saat ini, merupakan warisan para leluhur
kita. This is a soul “Ini adalah sebuah
roh/jiwa” sebuah roh yang hidup didalam diri kita masing-masing. Tanpa kita
sadari, tanpa kita pelajari pun budaya itu sudah mengalir dalam darah kita.
Selanjutnya tergantung dari diri kita untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan
kita atau tidak, tergantung kita untuk melestarikannya atau tidak, tergantung
kita untuk mempertahankannya tau tidak. Loh ko..semua itu tergantung kita?
Lah..memang iya tergantung kita, tergantung diri kita.. kalau bukan kita ya
siapa lagi? Apa orang Malaysia, ? orang amerika? Orang inggris? Apa
orang-orangan sawah? Tentu tidak! Yang harus melestarikan, dan mempertahankan
budaya kita adalah diri kita sendiri, warga Negara kesatuan republik indonesia.
Kita ketahui
bersama, masalah yang kita hadapi saat ini adalah, gencarnya arus informasi
yang turut juga membawa budaya asing yang tidak sesuai dengan identitas
terutama norma budaya timur bangsa Indonesia.
Apakah ini sebuah masalah yang besar? Ya jelas ini masalah besar, kenapa? Karena
budaya-budaya asing tersebut sudah marak diadopsi oleh putra putri bangsa ini,
dan yang lebih parahnya putra putri bangsa, sekarang sudah mulai meninggalkan
dan tak mau belajar budaya bangsa kita. Tari-tarian daerah dianggap kuno, malu
untuk mempelajarinya. Norma-norma budaya kita, nilai kesopanan sangat turun
drastis. Norma kesopanan tersebut dianggap seperti “tidak keren lah”. Padahal
nilai-nilai budaya bangsa kitalah yang menjalin suatu kebersamaan dalam
keberagaman budaya bangsa Indonesia. Dari kebergaman, kita merasa kaya, kaya
akan budaya. Kekayaan tersebut menbuat kita banggga sebagai bangsa Indonesia. Kebanggaan
menjadi bangsa indonesia akan membentuk suatu kesatuan bangsa yang melahirkan
kebersamaan. Kebersamaan dalam keberagaman.
Hadirin yang saya
hormati, berkaitan dengan budaya sempat ada kejadian hubungan antara Indonesia
dan Malaysia memanas. Karena masalah
pengkalaiman budaya Indonesia oleh Malaysia. Kejadian ini bukan yang pertama
kalinya terjadi, melainkan sudah berulang kali terjadi. Angklung, wayang kulit,
dan batik merupakan beberapa contoh karya seni bangsa Indonesia yang kerap
diklaim oleh Malaysia. Beberapa tahun sebelumnya, Malaysia juga sempat
mengaku-aku lagu Rasa Sayange yang merupakan lagu rakyat Maluku sebagai lagu
milik mereka Dan puncaknya adalah ketika
Malaysia menapilkan tari pendet dalam iklan pariwisatanya. Saat itu seluruh
rakyat Indonesia geram melihat tindakan tersebut. Berbagai hujatan, cacian kita
lontarkan ke Malaysia. Sebelumnya saya ingin mengajak hadirin untuk sejenak
berfikir. Apakah untuk mengatasi hal ini, kita harus hujat malayasia? Kita
harus “gayang” Malaysia? Tidak. Bukan itu hadirin sekalian. Hal itu justru akan
membuat kita sama dengan mereka, sepertinya yang tidak berbudaya lagi dan
mempunyai rasa malu mengklaim budaya bangsa lain. Yang harusnya kita lakukan
adalah tanamkan rasa kecintaan kembali kepada budaya kita, pelajari kembali
tentang budaya kita, dan melestarikannya. Tanpa kita sadari, ke “apastisan”
kita terhadap budaya kita sendiri, seolah-olah budaya kita tidak diurus dan
dikesampingkan. Maka timbulah peristiwa tersebut.
Hadirin yang
berbahagia, maka kita sebagai putra putri penerus bangsa, harus mampu menjaga kebersamaan
dan kehormatan bangsa kita, denga apa? Dengan
melestarikan budaya bangsa kita yang begitu beragam mulai dari diri kita
sendiri. Kalau bukan kita siapa lagi? Kita tidak ingin kekayaan kita dirampas
oleh bangsa lain, leluhur kita sudah cukup memperjuangkan budaya kita sebagai
identitas bangsa dan warisan kepada anak
cucunya. Kini giliran kita yang meneruskannya. “Jas kulit buaya” Jangan
sekali-kali kita untuk melupakan budaya, karena dengan keberagam budaya akan
membentuk suatu kebersamaan yang indah untuk bangsa Indonesia.
Demikianlah
pidato yang bisa saya samapaikan. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya bila
ada ucapan atau kata-kata yang menyinggung dan kurang berkenan dihati. Akhiru
kallam billahi taufik walhidayah Wassalamualaikum wr.wb selamat malam.


01.14
Unknown

Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar